Siswi SD Kecanduan Seks, Diketahui Pernah Tinggal di Dolly Surabaya

Siswi SD Kecanduan Seks, Diketahui Pernah Tinggal di Dolly Surabaya

Siswi SD Kecanduan Seks, Diketahui Pernah Tinggal di Dolly Surabaya Siswi SD Kecanduan Seks, Diketahui Pernah Tinggal di Dolly Surabaya - SURABAYA

Warga Makassar Ini Pelihara Buaya Seberat 1 Ton di Halaman Rumah
Ayah di Dumai Tega Cabuli Anak Kandung Berusia 4 Tahun
Mahfud MD Menjelaskan Kenapa Indonesia Tidak Bisa Ikut Campur Soal Uighur

Siswi SD Kecanduan Seks, Diketahui Pernah Tinggal di Dolly Surabaya

Siswi SD Kecanduan Seks, Diketahui Pernah Tinggal di Dolly Surabaya

Siswi SD Kecanduan Seks, Diketahui Pernah Tinggal di Dolly Surabaya – SURABAYA , Pemerintah Kota Surabaya menemukan seorang anak perempuan berusia 8 tahun yang mengalami kecanduan seks (sexual addiction). Salah satu penyebab anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar (SD) memiliki penyimpangan Seks. Karena pernah tinggal di lokalisasi Dolly.

“Saat ini sudah dilakukan pendampingan oleh psikolog,” kata Kepala Dinas Pengendalian Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP5A) Kota Surabaya Nanis Chairani di Surabaya, Kamis.

Nanis Mengatakan. Kasus ini ditemukan saat Wali Kota Surabaya. Tri Rismaharini memerintahkan kepada jajarannya di tingkat kecamatan dan kelurahan untuk mencari warganya yang mengalami kondisi buruk.

Dalam pencarian itu ditemukan keluarga yang anggotanya menderita sakit TBC. Setelah dilakukan pendekatan kepada keluarga tersebut, akhirnya sang ibu bercerita bahwa salah satu anaknya mengalami perilaku seks yang menyimpang.

“Artinya, anak tersebut belum waktunya sudah berperilaku seperti orang dewasa,” tegas Nanis.

Dia menambahkan, saat ini pihaknya melakukan pendekatan dan melakukan koordinasi bersama puskesmas untuk memberikan pengobatan kepada anak tersebut.

Menurutnya, perilaku seks yang menyimpang dari anak tersebut didapatkan saat sebelumnya tinggal bersama neneknya di kawasan eks lokalisasi Dolly. Saat itu, usianya masih 2 tahun, faktor lingkungan diduga kuat membuat anak tersebut mengalami perilaku seks menyimpang.

Perilaku anak tersebut diketahui saat ia tinggal bersama ibunya. Anak itu mempraktikkan perilakunya kepada adik-adiknya.

“Dari pengakuan anak tersebut, ia diajari oleh orang dewasa, pada saat ia tinggal bersama dengan neneknya,” ujarnya.

Menurut Nanis, keberadaan lokalisasi memang sangat membahayakan utamanya berpengaruh merusak otak maupun perilaku anak. Diketahuinya kasus seperti itu, lanjutnya, harus segera digali lebih dalam untuk mengetahui kemungkinan adanya anak-anak lain dengan kondisi yang sama.

“Tujuan utamanya bagaimana supaya anak-anak bisa tumbuh berkembang dengan wajar dan bisa berprestasi, bisa mempunyai masa depan yang cerah,” urainya.

Ia mengatakan DP5A mempunyai lembaga yang khusus menangani permasalahan anak dan Perempuan. Lembaga Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan Dan Anak (PPTP2A) di lingkup Kota . Dan Pusat Krisis Berbasis Masyarakat (PKBM) di lingkup kecamatan.

                                 Lapak Dewa

    Bonus New Member 10K Minimal Deposit 25K 

  • Bonus 10% Setiap Hari
  • Bonus Spin  Tanpa Zonk
  • Bonus Rakeback 16,7%

       Mari segera bergabung di Lapak Dewa.

      Dapatkan bonus deposit 10% setiap hari bagi semua member.

     Bagi member yang baru bergabung dan telah melakukan deposit, akan diberikan modal tambahan senilai 10K secara langsung.

http://pakde.poker

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 1