Sebelum Menembak, Anak Bupati Majalengka Ancam Bunuh Kontraktor

Sebelum Menembak, Anak Bupati Majalengka Ancam Bunuh Kontraktor

Sebelum Menembak, Anak Bupati Majalengka Ancam Bunuh Kontraktor Sebelum Menembak, Anak Bupati Majalengka Ancam Bunuh Kontraktor - BANDUNG , Panji P

Demam dan Batuk Usai Pulang dari Malaysia, Dua Warga Diperiksa RSUP M Djamil
Gadis Dibawah Umur Dicabuli Oleh Dukun 45 Tahun, Korban Melihat Sang Dukun Bagai Lelaki Tampan
Pengasuh Pondok Pesantren Digorok Oleh Santri Karena Nasehati Pelaku

Sebelum Menembak, Anak Bupati Majalengka Ancam Bunuh Kontraktor

Sebelum Menembak, Anak Bupati Majalengka Ancam Bunuh KontraktorBANDUNG , Panji Pamungkasan harus mengalami luka tembak setelah dirinya ditembak Anak Kedua Bupati Majalengka Irfan Nur Alam.

Penembakan yang dilakukan anak kedua Bupati Majalengka itu, terjadi di Ruko Hana Sakura, Cigasong, Majalengka, Jawa Barat, pada Minggu (10/11/2019) malam.

Bahkan Panji mengakui sebelum terjadi penembakan ia mendapat tindakan intimidasi dan ancaman. Pegawai yang turut bersama menemani Panji sempat mendengar ada dua kali letusan senjata api.

“Saya waktu kejadian itu lagi tertidur di mobil. Tiba-tiba saya dihampiri orang-orang dari pak Irfan, yang langsung memaksa saya keluar dari mobil,” kata Panji saat ditemui di Bandung, Selasa (12/11/2019).

Setelah keluar dari mobil, lanjut Panji, ia di bawa ke dalam ruko. Sesaat sebelum memasuki ruko tersebut, dirinya langsung dihampiri Irfan sambil menenteng senjata api di tangan kanannya.

“Dia bilang waktu itu kamu di sini bikin masalah bikin rusuh terus. Mau saya bunuh kamu,” katanya.

Baca juga : http://lapakdewa.best/jenazah-mantan-wali-kota-keluar-dari-peti-mati-saat-dikebumikan/

Kemudian Panji pun mencoba mengelak todongan senjata api, yang mengarah ke kepalanya. Namun letusan senjata yang di bawa Irfan kembali terdengar dan mengenai tangan kiri Panji. Dari situ peluru yang dilontarkan dari pistol Irfan mengenai rekannya Irfan ke pahanya.

Panji pun langsung di bawa ke dalam ruko dalam keadaan terluka. Di dalamnya Irfan memberikan uang senilai 500 juta kepada Panji.

“Uangnya itu diberikan sambil diinjak-injak dan ada omongan kasar,” ucapnya.

Saat Panji berada di dalam ruko, pegawai Panji yang berjumlah 12 orang itu, mendapat perlakukan penganiayaan dari kelompok Irfan. Tiga pegawai Panji pun turut menjadi korban. Mereka menderita sejumlah luka lebam.

Usai uang diberikan, Panji meninggalkan lokasi untuk mendapat perawatan di rumah sakit. Setelah itu, Panji pun melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.

                                               

                                                 Lapak Dewa

Mari segera bergabung di Lapak Dewa.

Dapatkan bonus deposit 10% setiap hari bagi semua member.

Bagi member yang baru bergabung dan telah melakukan deposit, akan diberikan modal tambahan senilai 10K secara langsung.

 

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0