Rumah yang Jadi Pabrik Produksi Pil Berbahaya di Bandung Beroperasi Sejak 2013

Rumah yang Jadi Pabrik Produksi Pil Berbahaya di Bandung Beroperasi Sejak 2013

Rumah yang Jadi Pabrik Produksi Pil Berbahaya di Bandung Beroperasi Sejak 2013 BANDUNG, - Rumah produksi obat keras dan berbahaya di Kompleks Kopo Pe

Polisi Gerebek Rumah Pasutri Bandar Narkoba di PALI, Suami Kabur Si Istri Ditangkap
Modus Rapi, Kakek 62 Tahun Bandar Ganja di Medan Bikin Polisi Kewalahan
BNN Minta Oknum Polisi Terlibat Pengiriman 10 Kg Sabu Dihukum Mati

Rumah yang Jadi Pabrik Produksi Pil Berbahaya di Bandung Beroperasi Sejak 2013

BANDUNG, – Rumah produksi obat keras dan berbahaya di Kompleks Kopo Permai, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat sudah beroperasi sejak 2013. Obat yang diproduksi jenis trihexypenidyl.

Rumah ini rumah kontrakan, pemiliknya masih kami dalami juga karena belum jelas. Yang jelas ini rumah kontrakan yang sudah di kontrak selama tujuh tahun, digunakan sebagai tempat produksi pil,” kata Direktur Reserse Narkoba Polda Jabar, Kombes Pol Rudi Ahmad Sudrajat di lokasi, Jumat (24/7/2020).

Rudi menjelaskan obat trihexypenidyl termasuk dalam psikotropika golongan IV dan konsumsinya memerlukan resep dokter. Obat tersebut biasa digunakan sebagai penenang.

“Obatnya bisa membuat jadi halusinasi, obat penenang,” katanya.Di rumah itu, terdapat beberapa ruangan. Ruangan-ruangan di rumah tersebut nampak sangat kotor layaknya tidak berpenghuni.

Sejumlah ruangan atau kamar di rumah itu digunakan sebagai tempat penyimpanan karung serbuk bahan baku obat keras tersebut. Rudi mengaku mendapati sebanyak 44 karung bahan baku yang terdiri dari lima jenis bahan kimia.

Kami juga menemukan sampah produksi, memang masih banyak di dalam rumah. Dan mungkin dibuang pada saat-saat tertentu saja,” katanya.

Kemudian di ruangan produksi, terdapat satu mesin besar yang diduga digunakan untuk mencetak pil obat keras itu. Ruangan tersebut, kata dia, dibuat menjadi kedap suara hingga untuk menghilangkan kecurigaan masyarakat sekitar.

Dalam satu hari, menurutnya tempat tersebut bisa memproduksi 100 ribu hingga 200 ribu pil obat keras tersebut. Obat itu menurutnya disebarkan ke Jakarta dan ke Surabaya.

“Masyarakat tidak pernah mengetahui kegiatan yang ada di dalam rumah, ternyata setelah kita cek, di sekitar mesin itu menggunakan peredam suara. Jadi kegiatan yang ada di dalam pun masyarakat tidak mengetahui,” katanya.

Dari kasus tersebut, Polda Jawa Barat bersama BNN mengamankan empat orang tersangka bernama Sarman, Kholik, Rahmat, dan Tanto. Mereka memiliki berbagai peran, di antaranya sebagai pengendali, pencetak obat, dan pencampur bahan baku obat tersebut.

Atas perbuatannya, mereka dijerat dengan Pasal 196 dan Pasal 197 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan tentang produksi dan peredaran obat-obatan ilegal, serta Pasal 55 Ayat 1 dan Pasal 56 Ayat 1 KUHPidana dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara dan denda Rp1,5 miliar.

LAPAK DEWA

 Bagi semua member yang mendaftar di situs Lapak Dewa akan mendapatkan Bonus New Member 10K secara langsung setelah melakukan Deposit awal minimal 25K.

Dengan adanya bonus untuk new member ini di harapkan semua member yang baru bergabung dapat lebih bersemangat untuk bermain bersama di Lapak Dewa.

Lapak Dewa juga memberikan bonus deposit senilai 10% dari total deposit anda. Bonus deposit tersebut dapat di klaim setiap hari dengan maksimal bonus 300 ribu.

Lapak dewa juga memberikan bonus lucky spin gratis setiap hari kepada semua member. Juga terdapat bonus mingguan sebesar 16,7% yang akan di dapatkan setiap minggunya.

Jadi tunggu apalagi, mari segera mendaftar dan berabung bersama di Lapak Dewa
Dapatkan kemenangannya setiap hari
Dapatkan bonus –  bonus menarik lainnya.

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0