Polisi Buru Otak Sindikat Penipuan Pinjaman Online Beromzet Ratusan Juta di Sulsel

Polisi Buru Otak Sindikat Penipuan Pinjaman Online Beromzet Ratusan Juta di Sulsel

Polisi Buru Otak Sindikat Penipuan Pinjaman Online Beromzet Ratusan Juta di Sulsel Polisi Buru Otak Sindikat Penipuan Pinjaman Online Beromzet Ratu

Penangkapan 6 WN China & 1 WNA di Malang Diduga Terkait Penipuan
Gelapkan Puluhan Mobil Rental, Anak Ketua Parpol Diciduk Polisi
Sebulan Buron, Polisi Tangkap Pelaku Penggelapan Mobil Rental di Medan

Polisi Buru Otak Sindikat Penipuan Pinjaman Online Beromzet Ratusan Juta di Sulsel

Polisi Buru Otak Sindikat Penipuan Pinjaman Online Beromzet Ratusan Juta di Sulsel

Polisi Buru Otak Sindikat Penipuan Pinjaman Online Beromzet Ratusan Juta di Sulsel – JAKARTA , Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri mengungkap kasus penipuan pinjaman online beromzet ratusan juta rupiah oleh sindikat yang beroperasi di Sulawesi Selatan (Sulsel). Dalam hal ini, polisi menciduk empat orang tersangka.

Kasubdit II Ditsiber Bareskrim Polri, Kombes Rickynaldo Chairul mengungkapkan, pihaknya juga memburu satu tersangka lainnya berinisial RH. Bahkan, polisi telah memasukkan sosok yang menjadi ‘otak’ sindikat tersebut ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

“Dari penangkapan ini kami tetapkan 1 DPO dengan tersangka RH yang mana RH merupakan big bos sindikat ini. Kami lakukan pengejaran,” kata Rickynaldo dalam jumpa pers di Gedung Humas Polri, Jakarta Selatan, Senin (23/12/2019).

Polisi menangkap empat orang tersangka terkait kasus ini. Mereka adalah Abdurahman alias Ambo (28), Sandi (25), Herman (34), dan Taufik (32). Keempat tersangka ini memiliki peran berbeda.

Tersangka Abdurahman alias Ambo berperan sebagai pembuat dan pengirim SMS. Sandi berperan selaku bendahara yang mengmpulkan uang hasil kejahatan.

Polisi Buru Otak Sindikat Penipuan Pinjaman Online Beromzet Ratusan Juta di Sulsel

Kemudian, Herman berperan sebagai marketing atau pihak yang melakukan komunikasi dengan korban, meyakinkan korban sehingga terpikat dengan komunikasi yang dibangun tersangka. Terakhir, Taufik juga berperan sebagai marketing.

“Mereka lakukan browsing dulu daftar nama perusahaan yang laksanakan jual beli online. Kemudian browsing lakukan kegiatan investasi. Browsing lakukan penjualan barang hasil itu kelihatan bahwa ada nama perusahaan di situ, dia pelajari tata cara bisnisnya. Dia pelajari apa saja di dalam perusahaan itu dia bisa ngomong ke masyarakat dia tawarkan jasa jualan barang baru lakukan aksi,” tutur Rickynaldo.

Atas perbuatannya para tersangka disangka melanggar Pasal 51 ayat (1) juncto Pasal 35 juncto Pasal 46 ayat (1) (2) juncto Pasal 30 ayat (1) (2) UU Nomor 19 Tahun 2002 tentang ITE dan atau Pasal 378 KUHP tentang Penipuan dengan ancaman 12 tahun penjara.

                                         Lapak Dewa

    Bonus New Member 10K Minimal Deposit 25K 

  • Bonus 10% Setiap Hari
  • Bonus Spin  Tanpa Zonk
  • Bonus Rakeback 16,7%

       Mari segera bergabung di Lapak Dewa.

      Dapatkan bonus deposit 10% setiap hari bagi semua member.

     Bagi member yang baru bergabung dan telah melakukan deposit, akan diberikan modal tambahan senilai 10K secara langsung.

http://pakde.poker

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0