Polisi Bantah Bocah SD di Mojokerto Sempat Diculik dan Disodomi Sebelum Dibunuh

Polisi Bantah Bocah SD di Mojokerto Sempat Diculik dan Disodomi Sebelum Dibunuh

Polisi Bantah Bocah SD di Mojokerto Sempat Diculik dan Disodomi Sebelum Dibunuh Polisi Bantah Bocah SD di Mojokerto Sempat Diculik dan Disodomi Seb

Perempuan yang Tewas di Kosan Surabaya Diduga Dibunuh Mantan Suami Sirinya
Polisi Tangkap Pembunuh Penarik Betor di Medan
Penjual Ayam Jadi Tersangka Penadah Motor Mahasiswi Bengkulu yang Tewas Dibunuh

Polisi Bantah Bocah SD di Mojokerto Sempat Diculik dan Disodomi Sebelum Dibunuh

Polisi Bantah Bocah SD di Mojokerto Sempat Diculik dan Disodomi Sebelum Dibunuh

Polisi Bantah Bocah SD di Mojokerto Sempat Diculik dan Disodomi Sebelum DibunuhMOJOKERTO, Kepolisian meluruskan kabar yang beredar mengenai penculikan dan sodomi yang dialami bocah Sekolah Dasar (SD) di Mojokerto, bernama Ardyo William Oktaviano sebelum menjadi korban pembunuhan.

Kapolres Mojokerto AKBP Bogiek Sugiyarto memastikan antara kedua pelaku TS (19) dan IS (17) dengan Ardyo William (13) telah saling mengenal lantaran teman satu kampung.
Bukan diculik, pelaku dan korban ini semuanya kenal, karena satu kampung,” ungkap Bogiek saat memimpin rilis di Mapolres Mojokerto Kota, Rabu (26/2/2020).

Polisi Bantah Bocah SD di Mojokerto Sempat Diculik dan Disodomi Sebelum DibunuhPolisi Bantah Bocah SD di Mojokerto Sempat Diculik dan Disodomi Sebelum Dibunuh

Mengenai kabar korban pembunuhan yang disodomi terlebih dahulu juga dibantah Kapolres Mojokerto Kota AKBP Bogiek Sugiyarto. Hal ini didasari dari hasil visum yang menyatakan luka di dubur bukan karena disodomi, melainkan karena tusukan dari kayu.

“Kalau ada peristiwa sodomi tidak benar. Keterangannya dari visum dan pelaku itu ditusuk kayu di bagian duburnya. Kayunya kemarin kita temukan di TKP (Tempat Kejadian Perkara), setelah disusuri lagi,” ujar Bogiek.

Mengenai apakah keduanya melakukan pembunuhan berencana, pihaknya menyatakan masih akan melakukan penyidikan lebih lanjut. Mengingat pelaku yang baru diamankan polisi pada Selasa kemarin, setelah 24 hari kasus ini belum terungkap.

“Nanti ada penyidikan lebih lanjut terkait proses perencanaan atau tidaknya. Yang jelas kedua pelaku kita jerat dengan Pasal 338 mengenai pembunuhan,” bebernya.

Sebelumnya sesosok jasad bocah laki – laki ditemukan warga sekitar pada Kamis pagi 30 Januari 2020, di bawah jembatan tengah hutan Jalan Raya Kemlagi, Mojokerto, yang notabene jalan raya tersebut merupakan jalur menuju Lamongan.

Saat ditelusuri mayat yang awalnya tanpa identitas ternyata merupakan pelajar kelas IV SDN Ketemasdungus Mojokerto bernama Ardyo William Oktaviano atau yang akrab disapa Dio. Pelajar berusia 13 tahun ini tewas dengan luka parah di bagian kepala

                                     Lapak Dewa

    Bonus New Member 10K Minimal Deposit 25K 

  • Bonus 10% Setiap Hari
  • Bonus Spin  Tanpa Zonk
  • Bonus Rakeback 16,7%

       Mari segera bergabung di Lapak Dewa.

      Dapatkan bonus deposit 10% setiap hari bagi semua member.

     Bagi member yang baru bergabung dan telah melakukan deposit, akan diberikan modal tambahan senilai 10K secara langsung.

http://pakde.poker

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0